GUNUNG SLAMET JALUR GUCI TEGAL

Kamis, 14 Mei 2009



Gunung Slamet Jalur Pendakian Guci Tegal 3.428 mdpl

Jalur pendakian G. Slamet melalui Guci Tegal memang jarang ditempuh para pendaki atau backpaker. Jalur yang banyak di rekomendasikan adalah Jalur Bambangan Purbalingga yang sudah tertata dan lebih nyaman. Ada jalur pendakian Baturaden Purwokerto disisi selatan, namun jalur ini katanya terjal dan masih membingungkan untuk pemula. Masih banyak vegetatif dan rapat yang mungkin masih juga dihuni binatang buas.

Beberapa waktu lalu ada kabar dari pecinta alam Yogja ada pendaki Yogja yang di mangsa hewan buas di jalur pendakian Baturaden.Namun untuk mencari suasana pendakian yang lain kita bisa memilih jalur Guci Tegal sekaligus bisa wisata pemandian air hangat. Pendakian gunung Slamet ada 3 (tiga) jalur pendakian Bambangan – Purbalingga, Baturaden – Purwokerto, Kali Wadas Guci – Tegal.




























Lihat peta pendakian


Persiapan Pendakian Guci

Jalur pendakian guci bisa ditempuh dengan alat transportasi yang mudah dari arah manapun. Dari arah timur kita bisa menggunakan alat transportasi kereta api dari Semarang atau Surabaya (bahkan ada kereta api baru Kali Gung exp jurusan Semarang – Tegal ) Kelas bisnis Rp.20.000,- kelas ekonomi Rp. 15.000,- tarip kereta jarang naik. Kalau naik bus juga ada dari Semarang Bus Coyo AC atau non AC dll. Kalau kita menempuh penrjalanan dari arah barat Jakarta atau Bandung juga ada jalur kereta jurusan Tegal.

Setiap mau melakukan pendakian ada persiapan yang penting dilakukan anatara lain : Peta pulau Jawa yang lengkap dengan jalur jalan dan jarak tempuhnya, kompas, kompor paraffin, cangkir kaleng, botol aqua besar, botol minum army, kaos panjang, jaket, kaos ganti, celana lapangan, slayer, topi rimba dan topi jepang, pisau, tali, ponco dll.





Aku dari Cepu kota minyak paling ujung timur bagian dar propinsi Jawa Tengah. Perjalanan aku tempuh dengan Kereta Api yang lebih ekonomis, dari Cepu jadwal keberangkatan kereta api lumayang banyak mulai dari kereta api ekonomi atau bisnis sampai eksekutif. Jadwal kereta api Ekonomi :

Kereta Api Freder atau Tawang Jaya(dari Surabaya Pasar Turi - Jakarta Senen )
Jam keberangkatan dari Cepu 13:00 WIB sekarang cenderung tepat jam
Jam tiba di Semarang Poncol : 17:00 WIB
Keberangkatan : Setiap Hari
Ongkos tiket : Rp. 5.000,- Tujuan Semarang – Poncol
Tips : bila anda naik kereta ini bersiap – siaplah kepanasan dan bising dengan banyaknya penjual asongan dan pengamen di kereta yang tidak pernah berhenti, tapi asyik juga jadi lucu. Kereta ini berhenti di setiap stasiun jadi memang lama.

Kereta Api KRD Expres (dari Cepu – Semarang Poncol)
Jam keberangkatan dari Cepu 2x sehari sebaliknya 2x dari Semarang
Jam keberangkartan dari Cepu : 1. 05:00 WIB
2. 14:30 WIB
Keberangkatan : Setiap hari
Ongkos Tiket : Rp. 18.000,- (kasih uang pas, kalau tidak jangan harap uang kembalian)
Tips : kalau naik kereta ini lebih tenang ndak ada pengamen dan asongan baru di stasiun ngrombo ada banyak penjual nasi pecel. Selama perjalanan ada penjual minuman dan makanan ringan oleh crew kereta.

Kereta Api Sembrani (dari Surabaya – Jakarta )
Kereta Api Kertajaya (dari Surabaya – Jakarta)
Kereta Api Gumarang (dari Surabaya – Jakarta)

Sebaiknya kita naik kereta jam KRD Expres 05:00 WIB sampai Semarang Poncol jam 08:45 WIB dari Stasiun Poncol Kita pindah kereta Kali Gung Expres jam 09:30 WIB jurusan Semarang – Tegal dengan harga tiket ekonomi Rp. 15.000,- sampai di stasiun Tegal jam 14:00b WIB. Dari Stasiun Tegal kita naik bus mini jurusan Slawi atau naik bus AKDP jurusan Purwokerto Dengan ongkos Rp. 8.000,- , turun Lebaksiu atau lebih dikenal Pertigaan Yomani.

Sholat di Masjid Baitusalam

Di pertigaan ini ada penunjuk arah Wisata Guci. Pertigaan ini ramai banyak bus antar kota sampai bus jurusan Jakarta mangkal, disini pula aku belanja persedian makanan untuk perjalanan yang menjadi andalan adalah roti tawar selai coklat/strawberry (makanan manis mnambah kalori atau tenaga yang sangat dibutuhkan waktu pendakian. Kalori juga didapat pula dari minuman manis. Sehingga waktu pendakian kita tidak mengalami hypoglikemia (penurunan kadar gula dalam darahsecara extrem) dengan tanda – tanda pandangan kabur/kurang focus, kepala sedikit pening, rasa mau jatuh muncul, mual, muntah. Setiap 15 – 30 menit kita perlu minum 200 – 300 ml air gula/ manis untu mengganti kalori dan keringat yang terbuang.

Setelah belanja makanan dan serbuk penambah energi. Aku ke masjid Baitusalam masjid ini mudah ditemukan karena bangunan masjid besar dibansing bangunan lainnya. Kita bisa istirahat sebentar sambil kalu butuh membersihkan diri atau sekedar membasuh muka air masjid sangat melimpah dan dingin. Bikin adem pikiran dan mengembalikan tenaga. Adzan sholat Ashar berkumandang aku taruh carrier ku di sebelah luar dinding tempat wudhu, aku lihat belum banyak jamaah sholat aku masuk kamar mandi ikut numpang mandi biar seger trus ambil wudhu.

Di depan pintu keluar terpasang kotak amal tanpa penunggu yang pasti yang naruh kotak amal disini berharap jamaah yang selesai wudhu mau ngisi itung – itung sebagai tambahan bantu bayar listrik untuk pompa air. Aku ada uang seribuan di kantong wah kebetulan Cuma ada seribuan didompet sich ada (walu sedikit yang penting niatnya bro). Semua jamaah siap menjalankan sholat di masjid yang bersih dan megah ini hamparan karpet tebal dan bersih siap menjadi alas kami bersujud. Selesai sholat aku ambil carrier dan sepatu di luar. Langkah mantap menuju jalan raya mencari bus ke tujuan berikut.

Dari pertigaan Yomani ini kita naik bus jurusan Slawi – Bumijaya ongkos Rp. 7.000,- sampai kita turun di Tuwel. Bus ini beroperasi mulai jam 05:00 – 18:00 WIB setiap harinya. Sekitar kurang dari setengah jam perjalanan, dari pertigaan Tuwel kita melanjutkan perjalanan ke temapt wisata Guci dengan menggunakan colt pick up sayur atau belanjaan pasar, wah pas banyak pedagang pulang dari pasar, ongkos Rp.6.000,-

Obyek wisata Guci menyajikan wisat pemandian air panas dan air terjun, dengan sungai air panas dan kamar – kamar berendam air panas. Kalau kita lihat sekeliling wisata Guci banyak hotel – hotel dan villa yang kadang disewakan untuk umum. Hotel – hotel disini ada juga yang menyediakan kolam air panas seperti hotel Duta Wisata.

Kali Wadas (Guci) pada ketinggian 1.120 mdpl





Pintu gerbang pendakian wisata Guci berupa gapuro yang sekaligus pintu gerbang menuju air terjun. Tiket masuk Rp. 2.000,- / orang pintu gerbang ini buka setiap hari kecuali hari kamis kata penduduk sekitar. Dari pintu gerbang sebelah jembatan (ushakan persediaan air penuh jalur ini tidak ada sumber air, menuju Pos I jalan variatif batu dan tanah, jalur relatif landai dengan pemandangan hutan pinus, kawasan ini merupakan kawasan hutan pinus Perum Perhutani. Kita bisa istirahat sebentar di Pos I sedikit masuk hutan pinus tempatnya adem cocok untuk mendirikan tenda untuk bermalam jam sudah menunjukan pukul 19:10 WIB jadi aku putuskan untuk bermalam disini



Pos I (pada ketinggian 1185 mdpl)











Pos I merupakan lingkungan hutan pinus yang setiap hari terdengar bunyi hewan pengerat dengan variasi suara meramaiakan suasana. Pagi sekali aku bangun dengan bunyi alarm HP jam 05:15 WIB. Dingin sekali disini kulihat di termometer 10C cukup dingin untuk tubuhku. Aku buat api dengan kompor paraffin padat diatasnya aku pasang cangkir besar kaleng untuk bikin susu panas dan mie instant. Air sudah masak aku tuang ke gelas susu dan aku masukkan mie instants ke dalam cangkir kaleng di aduk aduk, sambil menunggu masak aku sruput susu di gelas. Mantap sekali.

Pos II (pada ketinggian 1850 mdpl)

Setelah habis menyantap mie rebus aku gosok gigi dan cuci muka ala koboi aku berbenah. Melanjutkan perjalanan dengan pemandangan masih sama hutan pinus sebagian vegetatif lain alang – alang bergerombol jarang. Dengan sebagian jalan menanjak di akhir trek menuju Pos II
Jarak tempuh sekitar 1 jam 30 menit tanpa istirahat. Udara pagi membuat semangat menjadi penuh.

Pos III / Pondok Pasang ( pada ketinggian 2035 mdpl)

istirahat sebentar di pondok Pos II, buka bekal makan roti dengan selai strawberry berharap tenaga kembali. Carrier 60 liter aku turunkan dan kaos yang basah oleh keringat aku jemur. Sambil selonjor, aku nikmati roti dan air plus serbuk energi. Kondisi fit lelah hilang lanjukan perjalanan, selanjutnya Pos III biasa disebut “Pondok Pasang” perjalanan dari Pos II munuju Pos III jalan landai dengan vegetatif sejenis tanaman perdu dan paku – pakuan seperti pohon salak muda berdaun panjang dengan ruas daus sejajar. Diselingi pohon berbatang keras seperti pohon soka tapi tinggi berduan jarang. Ada pula perdu seperti arbei setinggi vafriatif sekitar 1,5 m sampai 2 m berbuah merah kecil – kecil bisa dimakan. Jalur dari Pos II menuju Pos III landai sehingga waktu tempuh relatif singkat. Sampai di Pos III istirahat sejenak melepas lelah.

Pos IV / Pos Pondok Edelweis (pada ketinggian 2480mdpl)

Dari Pos III menuju Pos IV merupakan jalur terberat selama pendakian melalui jalur Guci sehingga sering berhenti untuk memompa tenaga, tanaman persu masih nampak seperti sebelumnya sesekali terdengar suara kicau burung yang bersautan ramai ada beberapa burung yang terbang meluncur seperti berpasangan cepat sekali, di kejauhan suara burung itu seperti anak tertawa. Jalur ini aku tempuh sekitar 2 jam.

Pos V / Pos Bayangan (2570 mdpl)

Jalur dari Pos IV menuju Pos V merupakan tanah pasir berdebu merupakan sisa letusan Gunung Slamet, dengan pemandangan sedikit gersang pada kiri kanan tampak pohon tumbang terkena abu vulkanik yang terlontar dari perut gunung waktu terjadi letusan. Langit cerah membuat pemandangan tampak bagus untuk ambil gambar. Kamera mengambil beberapa lokasi.

Pos V / Pos Kematus (2740 mdpl)

Pendaki perlu berhati – hati di jalur ini, sering trcium bau belerang yang menyengat. Berat Jenis belerang lebih berat jadi berada di atas permukaan tanah. Diharapkan pendaki tidak beristirahat terlalu lama. Bila mau menginap pasang tenda untuk menunggu datangnya pagi untuk mengambil gambar sunrise lebih baik di bebatuan besar vulkanik sebelum persimpangan jalan dari jalur batu raden. Guna menghindari terjadinya keracunan pada jalur ini pendaki menyiapkan masker, berjalan tegak dan cepat. Bau belerang turun di pagi hari sekitar jam 09:00 – 10:00 WIB. Sehingga pendaki perlu berhati – hati pada jam – jam tersebut. Kalau kita melangkah pada tanah di sekitar bibir kawah bagian barat akan terasa hangat di kai walaupaun kita menggunakan sepatu. Bibir kawah bagian barat mengepul asap dari bongkahan batu kawah. Tampak terus mengepul asap putih pemandangan yang apik. Bibir kawah barat (diketinggian 3205 mdpl) sampai puncak barat aku segera ambil gambar karena angin bertiup kencang turun ke kawah pasir mungkin lebih bagus pemandangan di puncak Timur (3280 mdpl) juga tak kalah bagus, total waktu pendakian 10 jam 30 menit sudah termasuk istirahat di setiap pos

7webmatic Pictures, Images and Photos

Entri Populer